15.3.13

Arsitek dan Pembangunan Paska-Bencana

Bencana alam dan perang memberi banyak ruang bagi arsitek dan planner untuk mewujudkan ide-ide eksperimental mereka.

Corbusier dan arsitek-arsitek modernis lainnya memanfaatkan momentum pasca pertang dunia pertama untuk mengajukan konsep penataan kota yang modern dan membuat perumahan massal bagi korban perang. Sebagai contoh adalah Unite d'Habitation. Setelah perang banyak orang yang kehilangan tempat tinggal, hal ini merupakan momentum yang baik bagi pemerintah untuk menata ulang seluruh kota.


















Hal yang sama terjadi pula di Aceh. Paska tsunami tahun 2004, banyak tanah yang tidak jelas batas-batas kepemilikannya lagi, pagar-pagar tercabut, surat-surat tanah hilang terbawa arus atau bahkan pemiliknya yang sudah meninggal dunia. Pemerintah harus mencatat klaim kepemilikan tanah dari orang-orang yang selamat, dan mencocokkannya dengan arsip yang masih bertahan untuk diberikan relokasi tanah yang senilai. Hal ini dapat dilihat sebagai peluang untuk pemerintah untuk menata kembali kota dengan membuat rencana jangka panjang yang baru.

Penataan yang saya maksudkan disini adalah redesain kota secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek-aspek kebencanaan. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir kerugian ketika bencana terjadi kembali. Dan yang lebih penitng lagi, hal ini dapat dijadikan preseden bagi kota-kota lainnya yang memiliki potensi kebencanaan.

Momentum pemulihan paska-bencana juga dapat digunakan untuk memperkenalkan teknologi bangunan baru pada masyarakat. Pada gempa di Bantul-Klaten tahun 2009, diperkenalkan konstruksi kubah beton monolit sebagai solusi dari rumah tahan gempa. Metode pembangunan kubah beton pertama kali ditemukan oleh Dante Bini pada tahun 1960an. Metode konstruksi ini dipilih karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan bangunan konvensional. Bangunan konvensional membutuhkan 200% - 300% lebih banyak beton, 300% - 400% lebih banyak pertulangan baja dan dua kali lebih banyak tenaga kerja dibandingkan dengan pembuatan bangunan kubah beton dengan ukuran yang sama, dengan nilai tambah konstruksi kubah beton lebih tahan terdahap bencana gempa. 

Ada beberapa metode yang dikembangkan untuk membuat konstruksi kubah beton ini, sang penemu, Dante Bini mendirikan perusahaan dan mematenkan metodenya dengan nama BiniShell. Ada pula NGO Internasional yang bernama Domes for The World Foundation (DFTW) yang membuat menamakan metodenya sebagai Ecoshell. Yang mana mereka dengan baik hati menyediakan booklet petunjuk pembuatan kubah sederhana di sini. Ide kubah beton sebagai metode alternatif konstruksi rumah merupakan ide yang sangat menarik, jika ada waktu dan minat, mungkin nanti saya akan mengulasnya dalam satu artikel.

Tabel perbandingan kebutuhan material dan luas ruangan yang dihasilkan antara konstruksi konvensional dan konstruksi kubah beton.





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar